0


Saat ini dunia pendidikan di Indonesia kembali melahirkan kebijakan yang kontroversial kembali. Jika sebelumnya pernah muncul kontroversi terkait penghapusan Ujian Nasional dan dihapusnya mata pelajaran TIK, kini muncul kembali isu terkait dengan rencana dihapusnya mata pelajaran bahasa Inggris untuk siswa Sekolah Dasar (SD).
Sebenarnya tidak hanya mata pelajaran bahasa Inggris saja yang rencananya akan dihapus melainkan juga ada mata pelajaran lain yang akan ikut dihapus yaitu mata pelajaran TIK.
Namun sebenarnya jika membaca penjelasan dari pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan jika penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris bukan berarti siswa SD dilarang menerima bahasa Inggris. Dihapusnya pelajaran Bahasa Inggris diganti dengan metode yang lebih kreatif yaitu dibuat seperti ekstrakulikuler.
Jika memang demikian yang terjadi, maka sebenarnya pihak guru dan sekolah tidak perlu khawatir dengan adanya kebijakan dihapusnya pelajaran Bahasa Inggris untuk siswa SD.
Justru pihak sekolah diperkenankan untuk membuat pendidikan yang lebih kreatif lagi.
Namun sepertinya pihak kementrian pendidikan belum berani tegas maksud dari penghapusan pelajaran bahasa Inggris di SD.
Tidak tegasnya pihak kementrian pendidikan serta sosialisasi yang tidak utuh dan menyeluruh terkait isu penghapusan pelajaran bahsa Inggris di SD ini mengakibatkan isu ini langsung ditanggapi berbagai sudut pandang yang berbeda-beda.
Sebenarnya jika kita melihat antara penting tidaknya bahasa Inggris untuk siswa SD memang saat ini belum dibutuhkan. Tapi menurut sebagian guru dan pendidik menyatakan jika waktu yang paling baik untuk belajar bahasa asing khususnya Inggris adalah sejak kecil.
Hal tersebut dikarenakan saat kecil daya ingat anak-anak masih sangat kuat sehingga sangat mudah dan cepat menghafal bahasa Inggris.
Tapi memang dengan adanya pelajaran bahasa Inggris yang diajarkan sejak usia dini akan dikhawatirkan mengurangi kecintaan anak-anak terhadap bahasa asli Daerah dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kesatuan.
Walaupun terkadang ada juga pihak yang mengatakan jika kecintaan anak-anak terhadap bahasa Indonesia bukan ditentukan oleh ada tidaknya pelajaran bahasa Inggris di sekolah SD.
Kecintaan masyarakat terhadap bahasa Indonesia lebih ditentukan oleh kesadaran orang tua dan guru dalam menanamkan kecintaan anak kepada Bahasa Indonesia.
Lebih sederhananya begini, Walaupun sejak kecil anak-anak sudah diajarkan bahasa Inggris, tapi jika guru dan orang tua serta lingkungan sekitar bisa menekankan dan memberikan pendidikan yang utuh terkait pentingnya kecintaan mereka dengan bahasa Indonesia, Maka masyarakat tidak perlu takut jika dengan diajarkan bahasa di Inggris kemudian si anak jadi tidak suka bahasa Indonesia.
Diajarkanya bahasa Inggris harus benar-benar hanya bertujuan sebatas ilmu pengetahuan dan penguasaan bahasa semata sehingga Bahasa Indonesia mutlak dan wajib dinomor satukan.
Untuk bisa menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa di rumah sendiri, maka yang dibutuhkan tidak hanya menghapus pelajaran bahasa Inggris tapi lebih kepada penyadaran budaya atas pentingnya penggunaan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa Indonesia.
Tentunya anda sudah tahu tentang seorang remaja yang baru berusia 16 tahun tapi sudah bisa menguasai lebih dari 14 bahasa Asing bernama Gayatri Wailissa yang dengan kemampuanya berbahasa asing yang dimilikinya, dia justru menunjukan kecintaanya terhadap Indonesia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia Internasional.
Ini berarti jika menurut saya, jika penghapusan pelajaran bahasa Inggris di tingkat SD dilarang total, maka saya dengan tegas menolak dengan alasan bahwa belum ada penelitian yang pasti terkait dengan Jika anak SD diajarkan bahasa Inggris sejak dini maka dikhawatirkan kecintaan anak dengan bahasa Indonesia menjadi berkurang.
Tapi jika pelajaran bahasa Inggris dihapus akan tetapi masih diperbolehkan memberikan pelajaran bahasa Inggris dengan metode yang lebih kreatif dan tetap mengutamakan bahasa Indonesia, saya tetap mendukung.
Jika memang yang dikhawatirkan adalah melemahnya kecintaan anak terhadap bahasa Indonesia, maka cara yang lebih bijak adalah dengan membuat program yang bisa membuat generasi anak kita untuk selalu cinta dan mengutamakan bahasa Indonesia di negaranya sendiri.
Dan menurut saya, melarang pelajaran bahasa Inggris di sekolah SD bukanlah satu-satunya cara untuk menjadikan anak kita cinta dengan bahasa Indoensia.

Post a Comment

 
Top